Tiket-tiket Keliling Kota

Biaya transportasi di Jerman tidak bisa dibilang murah. Untuk perjalanan pendek yang hanya beberapa halte dan hanya menggunakan satu kendaraan saja kita perlu merogoh kocek sekitar 1,30 euro atau sekitar 15 ribu rupiah. Kalau harus berjalan lebih jauh lagi dan menggunakan lebih dari satu kendaraan, misalkan harus naik bis dua kali, maka penumpang harus merogoh kantong lebih dalam lagi, yaitu sebesar 2,80 euro.

Bagi mereka yang mobilitasnya tinggi, disediakan beragam tiket terusan dengan harga yang tentunya lebih murah dibanding harus beli tiket sekali jalan untuk beberapa kali, misalkan tiket harian, mingguan, atau bulanan. Di Hamburg tiket harian bisa dibeli seharga 5,50 euro mulai jam 9 pagi (disebut 9-Uhr Tageskarte), dan akan lebih mahal jika dibeli lebih pagi (disebut dengan die Ganztageskarte). Lain lagi dengan Berlin, tiket harian bisa dibeli jam berapa saja dengan harga sama dan masa berlaku akan habis pada jam 2 pagi di hari berikutnya.

Setiap kota biasanya dibagi menjadi beberapa luas daerah (ring) dan harga tiket juga tergantung hal tersebut. Sebagai contoh yang mudah, Berlin terbagi menjadi tiga ring daerah, A, B, dan C. Harga tiket harian berbeda 20-30 sen di tiap dua ring. Tiket harian ring AB seharga 6,30 euro, BC 6,60 Euro, dan ABC 6,80 euro. Sewaktu saya tinggal di Altlandsberg, setiap saya akan ke Berlin dan akan mengunjungi beberapa tempat, maka saya harus membeli tiket harian ABC. Altlandsberg berada di pinggiran Berlin atau di ring C, jadi untuk ke tengah kota Berlin saya akan melewati semua ring. Harga tiket segitu bisa buat makan nasi goreng enak banget tuh di restoran Cina, jadi sering mikir-mikir kalau ke Berlin 😀

Selain tiket yang bersifat waktu, tiket grup juga harganya lebih murah dari per orangan. Bisanya tiket grup berlaku sampai lima orang banyaknya. Kalau sering berpergian menggunakan sepeda tapi terkadang harus naik kereta juga, ternyata sepeda juga harus ikutan bayar loh. Saya baru tahu soal ini ketika mahasiswa praktik dari Amerika datang ke rumah keluarga asuh dan harus beli tiket ekstra untuk sepedanya. Anjing atau binatang peliharan sepertinya engga perlu bayar ekstra deh, bisa langsung ikut majikannya. Oh iya, anak kecil sampai umur 6 tahun pun gratis loh. Ada juga harga khusus untuk pelajar sekolah, mahasiswa (didapat dari universitas yang bersangkutan), dan anak-anak. Orang-orang berkebutuhan khusus yang cukup parah juga dibebaskan dari membayar tiket transportasi, mereka juga biasanya dibekali kartu identitas yang menerangkan hal itu.

Jujur saja saya engga terlalu mengerti harga tiket di Hamburg, karena saya sehari-hari menggunakan Profiticket dari kantor. Saya pernah cerita sedikit sebelumnya di tulisan ini tentang Profiticket. Karena itu saya engga harus bayar tiket kalau mau pergi di dalam kota Hamburg. Bahkan pada akhir pekan saya bisa ke Lüneburg (sebuah kota kecil di Provinsi Niedersachsen, dan berjarak sekitar 30 menit dari Hamburg) dengan tiket itu tanpa perlu bayar. Keuntungan lain, di akhir pekan atau hari libur, saya bisa membawa satu orang dewasa dan tiga anak di bawah umur 14 tahun. Di Profiticket tertulis keterangan nama pemegang tiket, firma pengeluar tiket, dan masa berlaku tiket. Kalau saya ketemu pengontrol tiket, mereka akan meminta paspor saya untuk menyocokkan dengan nama yang tertera di tiket.

Setiap kota memiliki perusahaan sendiri untuk mengurusi transportasi dalam kota atau provinsi, seperti di Berlin yang diurus oleh der Berliner Verkehrsbetriebe (BVG). Kota Potsdam walau terletak di Bradenburg, namun transportasinya juga diurus oleh BVG, karena jaraknya yang dekat dengan Berlin. Dengan kata lain, tiket ring ABC Berlin bisa juga digunakan di Potsdam. Daftar harga tiket di Berlin bisa dilihat di sini.

Transportasi Hamburg diurus oleh Hamburger Verkehrsverbundes (HVV). Sama seperti dengan Berlin dan Potsdam, Hamburg dan Lüneburg juga diurus oleh perusahan transportasi yang sama. Karena itu pada akhir pekan dengan profikarte yang saya punya saya bisa jalan-jalan di Lüneburg gratis.

Ya, setiap perusahaan penyelenggara transportasi memiliki website sendiri yang bisa digunakan sebagai pusat informasi bagi pengguna kendaraan umum. Jika pengguna kendaraan ingin pergi ke suatu alamat baru, dia hanya perlu memasukkan alamat sendiri dan alamat tujuan (atau nama halte terdekat), juga tanggal dan jam keberangkatan (atau kedatangan) di sebuat kolom khusus di muka halaman website, dan mesin akan mencarikan alat transportasi yang tepat untuk digunakan untuk ke sana, bahkan lengkap dengan durasi waktu perjalanan dan harga tiket.

Pengontrol tiket tidak selalu ada di tiap stasiun. Terkadang mereka menyamar dengan menggunakan seragam bebas, masuk ke dalam kereta lalu meminta penumpang menunjukan tiket. Saya pernah beberapa kali naik kendaraan umum tanpa tiket (disebut Schwarzfahrer – penumpang gelap), Alhamdulillah engga ketahuan, karena saya Cuma berani untuk perjalanan maksimal 3 halte bus. Kalau ketahuan lumayan banget deh akan dikenakan denda sebesar 40 euro. Nah, bisa beli jaket bagus tuh dengan uang segitu.

Kesimpulannya, kalau termasuk ke dalam orang dengan hobi ngulik kota, ada baiknya beli tiket bulanan, memang sih mahal di awalnya, tapi kalau dihitung-hitung akan jauh lebih murah kok. Lain kali saya akan bercerita tentang transportasi ke luar kota. Ada cara murah untuk pergi keluar kota, yaitu dengan nebeng orang lain. Lengkapnya, tunggu cerita selanjutnya ya.. 🙂

Advertisements

5 thoughts on “Tiket-tiket Keliling Kota

  1. Rendan says:

    Ternyata mahal amat yah, transportasi di Jerman ….

    klo di Denpasar, naek tarifnya cuma Rp.3000-5000 (inipun udah termasuk mahal loh …)

    Mba Mariska, category blognya di update donk, tambahin kategori ‘travelling’ … Soalnya saya suka banget baca post tentang traveling … cuma belom kesampaian ajah … hehehe

  2. Pingback: My Homepage

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s