Serba-Serbi FSJ

Sejak saya bekerja sebagai sukarelawan sosial (FSJ) di Hamburg, ada beberapa teman dan pembaca blog yang menanyakan macam-macam hal tentang FSJ, mulai dari bagaimana caranya, fasilitas apa saja yang didapat, apa saja kerjanya, sampai enakan mana antara Au Pair dan FSJ. Jujur aja, saya cape jawabnya. Saya sering kasih link ke mereka, dengan harapan mereka baca lalu bertanya apa yang engga ada di link, namun ternyata link saya engga dibaca terus nanya lagi pertanyaan yang sama. Karena itu lah, saya berbaik hati kepada diri sendiri untuk menuliskan semuanya di blog, jadi kalau ada yang nanya lagi bisa saya suapin link saya. Anyway, kalau mau tau bagaimana detail pekerjaan saya, silahkan baca isi blog saya sebelumnya, sepertinya ada beberapa yang saya tulis. Selamat membaca!

Apa itu FSJ?

Pertanyaan paling dasar adalah, apa itu FSJ. Ada yang bisa jawab? Ya, FSJ singkatan dari Freiwilliges Soziales Jahr atau Sukarelawan Sosial Tahunan. Di Jerman, FSJ sudah engga asing lagi, tapi saya engga tau di negara lain. FSJ ditujukan kepada remaja-dewasa berumur 16-26 tahun yang belum tau mau ngapain setelah sekolah setara SMU atau mau mengumpulkan pengalaman. Lamanya FSJ adalah satu tahun, namun bisa diperpanjang sampai maksimal 18 bulan.

Remaja yang mengambil FSJ setelah sekolah biasanya belum tau jurusan apa yang akan ia ambil setelah sekolah. Selama menjadi FSJ, mereka akan mendapatkan seminar yang diharapkan bisa membantu mereka menemukan jawabannya. FSJ juga bisa jadi jalan coba-coba pekerjaan bagi mereka. Misalkan mereka yang berniat melanjutkan kuliah ke jurusan pendidikan anak, maka mereka bisa melakukan FSJ mereka dengan bekerja di Taman Kanak-kanak (TK).

Banyak bidang yang bisa menjadi lahan pekerjaan FSJ, seperti sosial, lingkungan (Freiwillige Ökologisches Jahr – FÖJ), olahraga, politik, dan sebagainya. Tempat kerjanya juga sedemikian rupa, Taman Kanak-kanan (TK), hutan, lembaga untuk orang-orang dengan kebutuhan khusus, sanggar lukis, teater, Rumah Sakit (RS), Altenheim, Museum, dan juga lainnya.

Jam kerja FSJ adalah 38,5 jam per minggu. Tiap bulannya minimal mempunyai 2 kali libur akhir pekan, hak libur sebanyak 26 hari selama menjadi FSJ (untuk FSJ selama 12 bulan), mendapatkan paling sedikit 25 hari seminar, uang saku, makan, dan tempat tinggal.

Silahkan baca di sini kalau mau lebih jelas tentang FSJ secara umum.

Arbeitsträger

Setelah tau apa itu FSJ, mari mengupas Arbeitsträger sekarang. Setahu saya, hanya sedikit lembaga yang langsung menarik FSJ bekerja di tempatnya, mereka membutuhkan sebuah Arbeitsträger. Bisa dibilang mereka adalah agen FSJ. Tugas mereka adalah mengurusi semua kebutuhan FSJ. Surat lamaran FSJ TIDAK dikirimkan ke tempat kerja yang dituju, namun dikirmkan ke Arbeitsträger. Saat diterima di sebuah tempat kerja sebagai FSJ, Arbeitsträger akan membantu membuat kontrak kerja antar FSJ, Arbeitsträger, dan kantor si FSJ. Kontrak kerja harus ditandatangani ketiga pihak lalu salinannya akan dikirimkan ke masing-masing pihak.

FSJ berhak mendapatkan seminar sebanyak 25 hari, dengan pembagian lima sesi dan lima hari di tiap sesinya. Seminar dikelola oleh Arbeitsträger. Mereka yang membantu FSJ mencarikan pembicara dan memilih tema yang tepat untuk seminar. Pada seminar sesi pertama saya, di hari terakhir kami membicarakan tema seminar apa saja yang ingin kami dapatkan di sesi-sesi berikutnya. Setelah tema dipilih, tugas Arbeitsträger adalah mengorganisasikan seminar-seminar tersebut. Biasanya seminar sesi terakhir dilakukan di luar kota dan bisa disebut dengan liburan. Teman saya ada yang liburan ke Sylt, sebuah kota di ujung utara Jerman. Ada juga yang lebih ke ujung lagi, yaitu ke Flensburg dan dia juga sempat ke Denmark karena tinggal menyeberang.

Saya sudah mendapatkan dua sesi seminar. Tema yang kami dapat antara lain Pertolongan Pertama (Erste Hilfe), Ergoterapi, dan Sexualität und Behinderung. Selain itu, kami juga diajak ke Dialog im Dunkle untuk mengetahui bagaimana rasanya jika punya kekurangan pada indera penglihatan. Ada juga tugas memotret Hamburg dengan objek-objek tertentu yang sudah ditentukan. Arbeitsträger mengurusi FSJ dari banyak wilayah pekerjaan, tidak hanya untuk bidang pendidikan anak TK, misalkan. Di seminar juga kami dikumpulkan tidak sesuai dengan wilayah pekerjaannya, namun campur, jadi teman-teman seminar saya tidak hanya FSJ yang tugasnya membantu orang-orang cacat saja.

Teman saya bilang, gaji yang seharusnya seorang FSJ terima sebenarnya kurang dari yang harusnya, namun semua itu selain dipotong untuk asuransi kesehatan juga untuk biaya seminar, jadi selama seminar para FSJ tidak perlu mengeluarkan uang lagi, karena sudah ditutupi oleh Arbeitsträger dari uang para FSJ sendiri. Selain itu Arbeitsträger juga mendapatkan uang dari gaji FSJ.

Lalu, siapa aja sih Arbeitsträger para FSJ itu? Ini saya kasih sedikit informasinya: ELSA BRÄNSTROM-HAUS, Deutschen Roten Kreuz (DRK), Internationales Bund (IB), ASB Sozialenrichtungen (Hamburg) GmbH, Internationele Jugendgemeinschaftdienste e.V (IJGD), dan FSJ Kultur – LJK Niederschsen e.V. Para Arbeitsträger tersebut adalah Arbeitsträger yang menjadi penghubung antara tempat kerja saya dengan saya dan mereka berada di sekitaran Hamburg. Kalau mau tau siapa aja Arbeitsträger di Berlin, München atau kota-kota lain, silahkan googling sendiri.

Dari Arbeitsträger, seorang FSJ mempunyai seseorang yang bertanggungjawab atasnya soal pekerjaan. Kalau ada masalah antara FSJ dengan tempat kerja, maka orang tersebut yang turun tangan untuk membantu. Ketika saya mendapatkan kesulitan dalam pengajuan visa FSJ, ada seseorang dari Arbeitsträger saya yang turun tangan membantu sampai saya dapat memperpanjang visa sebagai seorang FSJ. Dia juga yang membantu menjelaskan ke tempat saya bekerja dan meminta izin ke mereka agar saya diperbolehkan mulai kerja dengan telat.

Biar engga pada nanya lagi, Arbeitsträger saya adalah Internationaler Bund (IB). Mengapa saya memilih IB? Karena teman saya sebelumnya sudah berpengalaman dengan IB, juga karena di sana menerima banyak FSJ yang berasal dari beragam negara, kultur, dan agama. Bagi saya itu penting. Silahkan buka link IB untuk tahu lebih banyak. Saran dari saya, kalau mau melamar ke IB, usahakan untuk mengirimkan lamaran tidak hanya secara on-line, namun juga lewat pos. Pengalaman saya, mereka tetap meminta saya mengirimkan lamaran lewat pos, karena mereka engga sadar bahwa saya sudah mengirimkan lamaran secara on-line.

Leben Mit Behinderung Hamburg (LMBHH)

Di Hamburg ada beberapa lembaga sosial yang mengurusi orang-orang dengan kebutuhan khusus, salah satunya adalah Leben Mit Behinderung Hamburg (LMBHH), tempat saya bekerja. Berpusat di Borgweg – Hamburg, mereka tidak hanya memiliki Wohngruppe (WG), namun juga Tagesstätten (day care), ambulans, dan lainnya. Selain itu, mereka juga bekerja sama dengan restoran, sanggar lukis, pabrik sebagai tempat bekerja bagi para orang dengan kebutuhan khusus. Pekerjaan FSJ hanya meliputi di WG dan Tagestätten (TS).

Pekerjaan FSJ di LMBHH meliputi perawatan dan pengajaran orang-orang dengan kebutuhan khusus, membantu urusan rumah tangga dan dapur di masing-masing WG atau Tagestätten. Baca link ini baik-baik ya!

Apa bedanya WG dan TS? WG adalah tempat tinggal para orang dengan kebutuhan khusus, seperti tempat saya bekerja. Tidak usah saya ceritakan lagi ya, silahkan baca aja tulisan saya sebelumnya. TS adalah tempat orang-orang cacat itu bekerja atau beraktifitas dari pagi sampai sore. Tidak seperti WG, bekerja di TS berarti memiliki hari dan jam kerja pasti, sesuai dengan jam para orang dengan kebutuhan khusus bekerja (senin sampai jumat dan hanya dari pagi sampai sore). Ada beragam kegiatan di TS, beraktifitas dengan kayu, memasak, melukis, dan sebagainya. Saya sendiri belum pernah ke TS dan engga tau banyak tentang TS.

Di LMBHH ada bagian tersendiri yang mengurusi FSJ. Semua hal tentang FSJ dari WG atau TS atau Arbeitsträger masuk ke dia dan dia yang akan mengurusinya.

Selain LMBHH tentu banyak lain lembaga sosial di Hamburg, namun kalau tidak salah IB hanya bekerja sama dengan LMBHH. Kebanyakan FSJ di LMBHH yang masuk lewat IB adalah orang di luar Jerman dan pekerjaan sebelumnya adalah Au Pair. Sama seperti saya.

Untuk tau lembaga lain tempat FSJ bisa bekerja, saya sarankan untuk googling sendiri. Sesuaikan dengan minat Anda saja. Kalau sepertinya engga cocok di bidang sosial yang ini dan lebih suka anak-anak, silahkan googling FSJ untuk TK. Ada beberapa kolega seminar yang bekerja di lembaga pertukaran pelajar, namanya AFS. Silahkan dibaca.

Memasukan Lamaran Pekerjaan

Seperti saya bilang sebelumnya, surat lamaran dikirimkan ke Arbeitsträger dan bukan langsung ke tempat kerja. Jadi dulu saya mengirimkan lamaran on-line ke IB, kemudian saya kirim juga langsung lewat pos. Karena saya sudah tau mau bekerja di mana dan kapan akan mulai, jadi saya hubungi IB juga lewat telepon. Saya bertanya adakah WG dari LMBHH yang punya lowongan FSJ mulai awal Juli 2011. Di telepon mereka menanyakan identitas saya, seperti nomer telepon, alamat, dan e-mail. Mereka juga bertanya-tanya sedikit, seperti apa saya sudah punya tempat tinggal di Hamburg kalau saya jadi FSJ di sana (waktu itu saya masih tinggal di Berlin).

Saya melepon IB sebanyak 2 kali tentang hal itu. Kali pertama, mereka mengirimkan data-data WG lewat pos, karena itu memakan waktu sekitar 2 hari, jadi saya menelepon lagi dan meminta data dikirim lewat e-mail. Mereka setuju. Di hari yang sama mereka mengirimkan file berformat .pdf yang berisi data 8 WG yang bisa saya hubungi.

Di hari yang sama pula saya menghubungi semua WG tersebut, sayangnya ada beberapa nomer telepon yang tidak bisa dihubungi dan ada juga WG yang ternyata tidak punya lowongan kosong di bulan yang saya mau. Hal ini bisa disebabkan karena LMBHH belum memberikan data terbaru ke IB. Saya hanya berhasil membuat janji dengan dua WG. Janji tersebut saya buat untuk di hari yang sama, karena saya engga mau buang waktu dan biaya untuk ke Hamburg berkali-kali.

Janji yang saya buat dengan mereka adalah janji interview dan percobaan kerja (Probetag). Mereka yang ingin bekerja di LMBHH (posisi apapun) harus datang terlebih dahulu ke WG atau TG yang dituju untuk melakukan Probetag. Saat itu akan dijelaskan dan diperlihatkan semua hal tentang WG atau TG tersebut (seperti dilihatkan cara melakukan perawatan pada salah satu penghuni rumah), bisa juga diminta untuk melakukan sesuatu, seperti memotong apel (terjadi pada teman saya).

Teman saya bilang waktu Probetag kemungkinan sekitar empat jam, seperti dia dulu, namun ternyata saya hanya berkisar 30-45 menit di tiap WG yang saya datangi. Waktu itu saya datang di hari minggu dan long weekend, jadi WG yang dituju kosong, karena kebanyakan penghuni pulang ke rumah orangtuanya. Saat Probetag saya hanya ditujukkan ruangan-ruangan di WG, diceritakan pekerjaannya apa saja, diceritakan juga tentang penghuni satu per satu.

Obrolan saat Probetag tidak hanya berkisar tentang WG namun juga tentang diri sendiri. Di sinilah waktu yang tepat untuk saling mengenal antara kita dengan WG atau TG dan sebaliknya, dengan demikian kedua belah pihak bisa memutuskan saling cocok atau tidak. Karena saya melakukan Probetag langsung di hari yang sama, jadi saya bisa langsung membandingkan dan memutuskan WG yang mana yang cocok dengan saya. Saya memilih WG yang pertama. WG pertama juga sebelumnya bilang cocok dengan saya dan menunggu keputusan saya.

Menurut saya, akan susah kalau lamaran dimasukan dari Indonesia, karena harus melakukan Probetag itu terlebih dahulu. Bagi calon FSJ jadi engga bisa melihat langsung kondisi langsung WG atau TS yang dituju, dan bagi WG atau TS juga engga bisa mengenal langsung calon FSJ yang ingin bekerja dengan mereka itu.

Hal ini namun engga menutupi kemungkin kalau bekerja di luar LMBHH bisa melamar langsung dari Indonesia. Mungkin saja di lembaga lain tidak ada Probetag seperti di LMBHH dan hanya menilai calon FSJ dari surat lamaran. Tapi saya juga engga tau pasti, silahkan tanya sendiri ke lembaga dan Arbeitsträger yang dituju.

Setelah sama-sama cocok dan setuju, besoknya saya datang ke IB. Karena hari itu WG saya belum mengabarkan apa-apa ke IB, jadi IB menelepon WG untuk klarifikasi. Kontrak kerja dibuat setelah WG saya membenarkan perkataan saya. Pembuatan kontrak berlangsung cepat, saya bisa langsung tanda tangan hari itu juga, lalu diberi berkas lain yang harus ditanda tangani, juga berkas lain lagi yang berisi list dokumen yang harus saya lengkapi dan berikan ke tempat kerja saya, LMBHH pusat. Ada tiga salinan kontrak kerja yang harus saya tandatangani, nantinya setelah IB dan LMBHH juga menandatangani, masing-masing kontrak kerja akan diberikan ke IB, LMBHH, dan saya.

Oh iya, IB juga memberikan sebuah surat keputusan yang menjelaskan bahwa saya adalah FSJ dari IB. Surat tersebut bernama Teilnahmenbescheinigung. Surat keputusan itu diberikan karena kontrak kerja tidak bisa hari itu juga ditandatangani IB dan LMBHH, dan surat keputusan itu saya butuhkan untuk membuat dokumen-dokumen yang diminta LMBHH.

Ada beberapa fasiliatas yang diberikan LMBHH kepada pekerjanya, salah satunya adalah asuransi kesehatan. Kami dibebaskan untuk memilih sendiri asuransi dari mana yang kami ingin pakai, saat membuat asuransi pihak asuransi membutuhkan Teilnahmenbescheinigung, sehingga mereka tahu ke mana tagihan asuransi ditujukan. Tidak hanya untuk membuat asuransi, dalam pembuatan perpanjangan visa juga dibutuhkan surat tersebut. Kelak surat keputusan itu akan diganti dengan kartu pengenal FSJ yang akan diberikan oleh IB.

Di Teilnahmenbescheinigung juga dijelaskan masa kontrak kerja kita, saya dari 1 Juli 2011 sampai 30 Juni 2012. Jenjang waktu kerja ini nantinya akan menjadi jenjang waktu izin tinggal saya di Jerman dan tertera di visa. Jadi visa saya berlaku dari saya mulai bekerja di LMBHH dan berakhir saat kontrak kerja saya berakhir. Karena saya sempat memiliki masalah saat mengurus visa, kerja saya juga tidak bisa sesuai dimulai tanggal 1 Juli, melainkan 4 Juli, disesuaikan dengan tanggal visa dikeluarkan.

Fasilitas Apa Saja yang Didapat?

Kalau baca baik-baik, pasti sudah tahu ya fasilitas apa saya yang didapat. Namun, itu secara umum sebagai FSJ. Terkadang tempat kerja memberikan fasilitas lebih bagi FSJ di tempatnya. Jadi bisa dibilang fasilitas yang didapatkan berbeda bagi tiap tempat kerja.

Kalau sudah baca link FSJ di LMBHH dengan baik-baik, pasti nemu penjelasan tentang tambahan libur dua hari per tahun jika FSJ ambil bagian dalam tugas jaga malam. Tidak hanya itu, LMBHH juga memberikan kartu transportasi Hamburg secara penuh, sedangkan kolega saya di tempat kerja lain hanya diberikan diskon sebesar 25 euro. Ada tempat kerja yang menyediakan tempat tinggal khusus bagi FSJ mereka, ada juga yang memberikan dana khusus dengan jumlah tertentu untuk tempat tinggal FSJ, dan ada yang sama sekali tidak memberikan apa pun.

Tidak tertutup kemungkinan ada perbedaan juga di antara Arbeitsträger. Contohnya adalah tentang uang saku yang didapatkan FSJ, terjadi perbedaan uang saku antara saya dengan kolega saya yang menjadi FSJ di WG yang sama namun dari Arbeitsträger yang berbeda. Selain uang saku, seminar dia juga selalu dilakukan di luar Hamburg, sedangkan saya selalu di kantor IB di Hamburg (kecuali seminar penutup).

Lagi-lagi saya menyarankan untuk menanyakan langsung ke Arbeitsträger dan tempat kerja yang dituju tentang fasilitas.

Enakan Mana, Au Pair atau FSJ?

Jawabanya tergantung di diri tiap orang. Saya pribadi lebih senang bekerja sebagai FSJ, karena saya bertemu dengan banyak orang baru, bekerja sesuai apa yang saya mau, kerja di luar rumah, dan yang terpenting bahasa Jerman saya meningkat sejak saya bekerja sebagai FSJ.

Tapi sekali lagi, itu tergantung diri sendiri. Kebetulan dulu pas Au Pair saya males ngobrol dengan Guestparent dan anak-anak juga tidak mengenalkan banyak kosa kata baru, jadi bahasa Jerman hanya meningkat sedikit. Di WG saya ini saya dituntun untuk banyak mendengarkan kolega (tentang pekerjaan) dan penghuni rumah (tentang kehidupan mereka), menulis di buku tugas, dan berbicara dengan kolega atau penghuni atau tamu. Saya menikmati sekali bekerja dengan banyak orang seperti ini.

Kemampuan bahasa Jerman belum bagus, bagaimana?

Di tempat kerja terkadang kolega menjelaskan banyak hal tentang penghuni rumah, termasuk obat-obatan yang harus mereka terima tiap hari, kalau sampai itu salah ya bisa bahaya, jadi kemampuan bahasa Jerman yang lumayan bisa dibilang penting. Atau paling tidak bisa mengerti apa yang lawan bicarakan. Kalau pun engga mengerti, diperbolehkan kok nanya lagi dan lagi sampai mengerti. Mereka pasti mengerti.

Terkadang saya juga harus menjelaskan secara lisan atau tulisan di buku tugas tentang beberapa hal dengan bahasa Jerman yang berantakan, namun kolega-kolega saya selalu sabar dan selalu mencoba mengerti apa yang saya bilang. Intinya, selama masih bisa berkomunikasi ya masih memungkin. Begitu menurut saya.

Tapi benar deh, bekerja di antara orang banyak dengan menggunakan bahasa asing memang bikin terkadang bikin stres, tapi dibalik itu bahasa asing kita akan meningkat dengan pesat dan banyak kata baru yang bisa diserap. Itu yang saya alami.

Karena tangan saya sudah pegal dan sepertinya saya sudah banyak cerita tentang FSJ, jadi mari kita sudahi saja isi blog yang panjang ini. Kalau kurang jelas, saya sarankan untuk buka www.google.com dan cari tahu sendiri tentang hal yang perlu diketahui. Saya juga sudah memasukan beberapa link di tulisan ini, silahkan DIBACA dengan benar. Kalau sudah benar-benar mentok dan engga bisa nemu jawabnnya di mana-mana, silahkan tanya saya. Tschüß!

 

Baca juga:

Serba-serbi FSJ Jilid 2

Advertisements

33 thoughts on “Serba-Serbi FSJ

  1. jessielein says:

    Hallo kak Ajeng, salam kenal. Aku Yessy, skrg aupair dan tinggal di Altena, kota kecil di NRW. Bald mache ich auch ein FSJ. Tapi ada satu masalah berat dan aneh di perpanjangan visa dr aupair ke fsj. Mungkin aku boleh minta nmr tlpn kak ajeng? Aku mau cari info ttg visa dr yg udah prnah ngalamin. Tolong bgt ya kak, danke vorab.

  2. jessielein says:

    Hallo kak ajeng, salam kenal. Aku yessy dan skrang lagi aupair di kota kecil bundesland nord-rhein westfalen. Aku udah tanda tgn kontrak fsj mulai tgl 1 agust. Tapi ak skrg ada msalah mengenai visa n msalah itu bner2 aneh dan ak ga prnh dgr msalah kyk gini sbelumnya. Also ich muss ein Sperrkonto mit 2040€ nachweisen. Dan sejauh yg aku tau, untuk kerja FSJ, kita gak harus punya 2040€. Kalaupun harus, aku ada Geld sbesar 2040€ tp itu cuma Girokonto. Sedangkan Sperrkonto normalerweise cuma buat ausländische Studierende dan itu harus sebesar 8040€. Aku benar2 bingung, nggak tau harus gimana. Sedangkan untuk dapet Verpflichtungserklärung dr Gasteltern nggak bisa. Apa dulu kak ajeng juga harus ein Sperrkonto nachweisen? Ich finde diesen Fall wirklich komisch und unlogisch, kenapa orang harus malah nunjukin sperrkonto padahal dia mau kerja sosial. Atau aku boleh punya nmr telepon kak ajeng? Makasih sebelumnya.

    • mariskaajeng says:

      Moin Yessy, maaf saya baru liat wp. Masalah kamu saya baru denger, yang pernah saya denger (dan saya alami sendiri) adalah untuk dapetin izin tinggal FSJ kita harus ausreise terlebih dahulu. Sudah kontak arbeitstrager kamu belom? Coba dikontak dan ceritakan semuanya, minta bantuan mereka untuk menyelesaikannya. Terkadang memang peraturan di tiap ABH berbeda, ada yang mengada-ngada seperti yang saya pernah alami dan kamu alami sekarang. Sudah coba untuk tanya ABH lain tentang persyaratan izin tinggal FSJ? Kalau ternyata beda dan memungkinkan, coba untuk mengajukannya di sana saja. Kalau perlu, coba minta bantuan pengacara. Cari Öffentliche Rechtsauskunft di kota kamu deh. Semoga bisa membantu 🙂

  3. Marylinrapmaida@ yahoo.com says:

    Halo , ini aku marylin Salami kenal. Aku tinggal di Trier 5 bulan lg ak fertig Au .. Aku Pusing bgt jawab formulir FSj nih hehehe.. Yg jd pertanyaan, Setelah Kk kirim lamaran dr Email und POS langsung diterima ap Ada Test Dulu? Trus Katanya harus Bikin Seurat refernsi Jg. Ya? Aktu selsai awal April, bitte mir helfen oder kannst du bitte schicke Website für FSJ am April 2013 .. Bitte bitte bitte undv vielen dank

  4. novairinda says:

    Salam, Kakak. Saya senang bisa nemu postingan ‘mencerankan’ ini. Rencananya saya mau aupair, terus kenapa FSJ jadi tampak lebih asyik? Semoga saya bisa sampai ke Jerman. Danke 🙂

  5. novairinda says:

    Salam, Kakak. Saya senang bisa nemu postingan ‘mencerahkan’ ini. Rencananya saya mau aupair, terus kenapa FSJ jadi tampak lebih asyik? Semoga saya bisa sampai ke Jerman. Danke

  6. keisha putri says:

    hallo Mariska, saya Keisha dari Indonesia. saya sudah di jerman berkisar 4 bulan. saya tinggal di saarburg, trier. kota dekat dengan frankfurt am main. berkisar 2 jam dari frankfurt. saya senang melihat postingan mariska, dan saya disini sudah bekerja sebagai AU-Pair dan ingin tinggal lebih lama disini. saya mau tanya, kalau saya mengambil Ausbildung, apakah bisa untuk auslaender?

    semoga kita bisa berkenalan langsung ya mariska. saya ingin punya banyak teman disini, karena saya tidak ada keluarga. 🙂

    salam Kenal,
    Keisha Putri

    • mariskaajeng says:

      Hallo Keisha, bisa banget! Aku punya beberapa teman Indo yang lagi ambil ausbildung di sini, setelah mereka beres FSJ. betah ya di sini? Sampai mau tinggal lebih lama 🙂 Nanti main ya ke Hambuurg 🙂

      • Megakusumma says:

        Halo kak mariska boleh minta email apa line ? Aku minta kontak temen kakak yang ausbildung juga dong. Danke

  7. libertymeivert says:

    Moin moin.. salam kenal mbak. Menarik sekali tulisannya, kebetulan saya baru saja melaksanakan Hospitation si Leben Mit Behinderung Hamburg, Trägernya juga sama International Bund. Semoga diterima… saat ini taschengeld yang akan diterima Freiwillige dari Träger IB sebesar 400 euro dan biaya Unterkunft sekitar 250 euro. Untuk ukuran hidup di kota semahal Hamburg tentu saja bayaran itu sangat kecil, namun yang terpenting pengalaman dan pelajaran yang akan didapat nanti…
    sukses ya mbak, salam..

    • mariskaajeng says:

      Hallo. Wah segitu sudah cukup besar kok, Krankenkasse dibayarin kantor, kan? Profikarte juga dapet. Dulu saya dapet lebih sedikit, tapi masih bisa hidup nyaman dan nabung juga tiap bulannya. Viel Erfolg ya, semoga sukses fsj-nya!

      • libertymeivert says:

        Iya asuransi sama yang lain lain jadi tanggungan träger. Mudah mudahan diterima, sementara tunggu informasi dari LMBH sampai beberapa hari ke depan. Yang penting bisa bertahan hidup lah di kota sebesar Hamburg. Zimmernya juga mahal mahal x_x
        Danke, mbak juga Viel Erfolg yaaa..

    • Sry Artha Manullang says:

      Salam kenal Libertymeivert, Saya juga tinggal dihamburg. Dan ingin melamar di IB untuk richtung behindert juga. Apak untuk persyaratan mereka juga membutuhkan ijazah, atau hanya Lebenslauf dan Motivatonsbrief?
      Salam

  8. Defal Sidqo says:

    assalamu’alaikum wr.wb
    mbak mau tanya kalo cowok minim gak si ikut program aupair atau FSJ? kebanyakan cewek, takutnya pas ikut program ini yg di terima cuma cewe, mohon di jawab ya. terimakasih

  9. Diesha says:

    maaf mbak saya mau tanya.. saya mau apply visa FSJ d kedutaan d jkt, di website kedutaan d sebutin kita mesti lampirin Vertrag asli, nah saya udah di kirim Vertrag lewat pos dari jerman. udah 1 bulan belum sampe juga, udah tanya k tukang pos tp belom ada,saya bingung. kalo misal saya lampirin dokumen yg d scan lewat email gmn y? bisa ga ya? trus kan FSJ mulainya 1 september, kalo dari sekarang saya apply visa 5 bulan sebelum berangkat bisa ga ya?? danke, ich warte auf deine Antwort. 🙂

    • mariskaajeng says:

      Hallo Diesha, saya sudah ga tau lagi bagaimana aturannya bikin visa lewat kedubes di Jakarta, kalau dulu sih memang perlu makan waktu lama. Yang pernah saya dengar dari ortunya temen sih, sekarang lebih cepat, jadi ga perlu lagi berbulan-bulan sebelumnya udah ajuin.

      Mungkin ada baiknya juga kalau kalau kamu tunggu 1-2 minggu, toh “masih” 5 bulan lagi kan mulainya? karena kiriman pos Jerman-Indo memang makan waktu lebih dari sebulan.

      Kalau nanti kamu mau ajuin dengan vertrag hasil scan, coba bilang ke kedubes, kamu akan nachreichen dokumen asli, begitu dia sampai ke rumah kamu. Semoga berhasil yaa

      Viel Erfolg wünsche ich Dir! 🙂

  10. wulan permatasari says:

    Hallo mba …
    mau tanya, apa mba harus sewa wohnung sendir?
    kalau iya bagaimana cara mencari wohnungnya?
    dan apakan taschengeld+Unterkunft nya cukup untuk tinggal dihamburg? karena yang saya tahu hamburg itu kota mahal kan mba..

    Danke dir

    • mariskaajeng says:

      Dulu saya dikasih Wohnungsgeld dari Kantor maksimal 200 Euro, jadi tinggal nambahin kurangnya sama untuk Wohnung. Cukup kok Taschen- dan Wohnungsgeld itu, malahan saya masih bisa nabung tiap bulannya 😉

      Cari Wohnung bisa di wg-gesucht.de dan masih banyak lagi Website lain, kalau kamu mau googling. Sukses yaa 🙂

  11. Dameuli Brunner says:

    mau tanya pengalaman teman2 yg sudah2..saya punya adik di jkt sdh ada A1, adik saya bisa gak daftar FSJ disini nanti setelah sdh sampai dijerman, jadi dia kejerman pake visa 3 bulan dulu kami yg sponsor..trus disini ntar sambil nyari2 kerja sosial.-terimah kasih sebelumnya.

    Uli, dari Bayern,salam kenal..terimah kasih buat blog nya

    • mariskaajeng says:

      Hallo Uli, saya kurang tau soal birokasi seperti itu dan tidak ada pengalaman. Visa 3 bulan yang dimaksud adalah untuk visa kunjungan aja ya? Kalau visa kunjungan boleh dipakai untuk melamar FSJ, seharusnya bisa ya pakai cara seperti yang kamu bilang. Atau alternatif lain mungkin visa sprachkurs. Maaf tidak bisa banyak membantu. Salam dari Hamburg, Ajeng 🙂

  12. cindy natalie says:

    halo kak aku mau tanya, FSJ untuk tahun ini apa 17 tahun umurnya bisa?
    nah selama di sana kita dikasih uang dan tempat tinggal kan yah? tolong dibalas kak soalnya aku emang mau cari uang sebelum kuliah di jerman hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s