Cerita Kerja 2

Setelah kemarin saya salah naik bis di jalan pulang ke kosan dari tempat kerja, maka pagi ini saya salah jadwal bis ke tempat kerja. Kemarin malam udah nyatet kalau saya harus naik bis jam 09.50 dari kosan ke Bahnhof (stasiun) Harburg, lalu di Neuwiedenthal naik bis lagi jam 10.14 ke tempat kerja. Entah mengapa saya memasang alarm jam 8 bukan jam 9, biasanya saya bangun 45 menit sebelum berangkat kerja. Jadilah, jam 09.50 saya sudah di bis.

Di kereta menuju Neuwiedenthal saya melihat jam, “Yak, masih ada waktu 5 menit kok, tenang aja.” lalu liat jadwal bis yang saya tulis di telepon genggam. Sesampainya di stasiun Neuwiedenthal, saya lihat lagi jadwal bis di sana, lalu liat jam, lalu liat jadwal yang sudah saya tulis di telepon genggam itu, lalu saya bengong. Ini kenapa masih jam 09.10 ya, kok saya kepagian sampai satu jam gini dan sama sekali ga sadar. Jadwal kerja saya hari ini dimulai jam 11, kalau saya berangkat sekarang maka saya akan datang 75 menit lebih cepat. Liat jadwal bis lagi, ternyata engga ada bis jam 09.14, bis selanjutnya ada jam 09.50.

Sebagai orang yang ga mau rugi kerja kepagian, saya memtuskan untuk pergi kerja lewat Altona, sekalian beli roti atau burger buat sarapan di sana. Sampai di Altona sekitar jam 10.05, saya harus menunggu sekitar 10 menit sampai bis menuju Finkenwerder datang. Kalau dihitung, berarti saya akan datang kepagian 15 menit, karena waktu perjalanan sekitar 25 menit, tapi itu bukan masalah. Lebih baik dari pada saya datang telat melulu deh.

Bis yang saya tumpangi akan melewati Elbtunnel, dari situ kira-kira perlu waktu 15 menit sampai ke halte bis dekat kantor saya. Tepat sebelum masuk Elbtunnel saya ketiduran, beberapa menit kemudian saya kebangun dan melihat bis ada di dalam Elbtunnel dan ga bergerak. Okeh, mungkin macet sedikit, pikir saya, lalu saya lanjut tidur. Beberapa menit kemudian saya terbangun lagi, karena suara ribut supir bis ngobrol dengan entah siapa (mungkin) dari kantornya. Dan ternyata kami masih di Elbtunnel!

Setelah supir bis selesai ngobrol dengan seseorang di telepon, dia memberikan pengumuman kepada penumpang. Dia bilang engga ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi dan entah berapa lama lagi kami terjebak di Elbtunnel. Saya masih santai, kayanya tadi tidur saya ga lama kok. Pas lihat jam.. Ternyata kami sudah di sana kira-kira selama 20 menit. Untungnya engga lama setelah pengumuman itu, mobil-mobil termasuk bis kami bergerak. Tapi jalannya pelan, yaaaaakkkk untung pertama kalinya di Jerman saya merasakan macet parah -___-”

Akhirnya saya telat 25 menit di kantor. Di perjalanan saya sempat menelepon kantor dan bilang akan datang telat karena alasan macet itu. Ada-ada saja deh perjalanan saya dua hari ini menuju dan pulang dari tempat kerja. Kemarin salah naik bis, dan hari ini kecepatan pergi lalu terjebak macet. Kalau versinya Sputnik, “Du hattest ja eine lustige Reise ne?” – kamu mengalami perjalanan yang lucu ya?

Di kantor semua berjalan biasa, karena hari ini bukan saya yang bertugas sebagai Betreuer penghuni kamar pertama, jadi saya bertugas untuk masak makan siang bagi semua penghuni. Setelah makan siang saya dan penghuni kamar ketiga pergi jalan-jalan. Dia engga bisa ngomong dan harus duduk di kursi roda kalau harus berjalan jauh, setelah jalan-jalan saya memaksa dia untuk meneraktir saya es krim. Iya memaksa, karena belinya dari uang jajan dia :p

Hari ini penghuni kamar kesembilan berulang tahun, jadi sore-sore seperti biasa ada perayaan kecil dengan makan kue dan minum kopi bareng. Senangnya diriku sore-sore makan chees cake bikinin kolega. Hari ini kerja sebenarnya santai, saya menangani dua orang saja, karena aushilfe yang baik mau membantu. Tapi ya karena saya sudah kecapean karena engga ada istirahat dari hari Jumat minggu sebelumnya, jadi tetap aja berasa banget capenya. Alhamdulillah nya, saya bisa pulang 55 menit lebih cepat, mengingat bis saya datangnya satu jam sekali. Itu pun saya menyisakan satu penghuni untuk ditangani oleh kolega yang kemarin pulang cepat. Dan karena dia hari ini bawa mobil, jadi dia yang harus tinggal lebih lama sampai tim jaga malam datang.

Ohiya, saat makan malam penghuni kamar keempat datang, dia kalau akhir pekan tinggal di rumah ibunya. Dia datang diantar kakak dan ibunya. Sebelumnya saya engga pernah bertemu dengan ibunya dalam waktu lebih dari satu menit, kali ini beliau mengantarkan anaknya ke meja makan. Dia membuatkan teh hangat untuk anaknya, lalu membuka bekal berisi lima macam roti untuk dia. Saat pamit juga mukanya terlihat sedih dan berat meninggalkan penghuni kamar kelima, dia juga berkali-kali memberikan ciuman udara (air kiss) sebelum akhirnya benar-benar pergi. Btw penghuni kelima ini berumur kira-kira 40 tahunan.

Hari ini ada dua penghuni yang dikunjungi orangtuanya, selain si penghuni kamar kelima itu. Penghuni kamar kedua dikunjungi kedua orangtuanya, karena bapaknya baru pulang dari pulang kampung ke Yunani (mereka berasal dari Yunani). Dia cerita dia dapat beberapa oleh-oleh dari bapaknya. Penghuni kamar kesembilan dikunjungi orangtuanya karena dia ulangtahun ke-55 hari ini.

Besok saya libur, mau tidur sampai siang terus tidur lagi sampai sore. Waktunya tubuh saya bersenang-senang di atas tempat tidur. Akhirnya sodara-sodaraaaa.. *lega*

Selamat malam, Jerman. Selamat pagi, Indonesia. Saya pamit tidur 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s