Cerita Kerja 1

Hari ini kerjaan saya berasa berat. Jam 10.15 saya sampai tempat kerja, telat 15 menit dari jam yang seharusnya. Alat transportasi dari Harburg (tempat saya tinggal) menuju kantor saya (Finkenwerder) memang menyebalkan, kalau tidak datang 15 menit terlambat maka pilihan lain adalah datang 15 menit terlalu cepat. Itu di hari kerja, kalau hari Sabtu dan Minggu beda lagi. Hari Sabtu pilihannya telat 30 menit atau kepagian 30 menit, karena bis hanya ada tiap satu jam, yaitu di menit ke-49 dari Stasiun Harburg. Di hari Minggu saya harus pergi dulu ke Neuwiedenthal atau bisa juga ke Altona lalu masing-masing meneruskan perjalanan dengan bis. Harburg – Altona berjarak sekitar 26 menit, sedangkan Harburg – Neuwiedenthal berjarak hanya 9 menit.

Kembali lagi ke tempat kerja saya. Kemarin kolega kerja sudah membicarakan rencana kerja hari ini, dia akan mengurus persiapan ulang tahun salah satu penghuni yang jatuh besok (hari Minggu), jadi saya yang kebagian jadi Betreuer penghuni kamar pertama. Jadilah pagi ini begitu saya masuk kantor penghuni kamar pertama langsung mengajak saya pergi, “Mischka, kita ke Altona hari ini! Aku ganti baju sekarang!” belum saya jawab dia langsung ke ruang cuci, mengambil baju bersih. Ohya, di Jerman saya dipanggil Mariska karena orang sini susah menyebut Ajeng (dalam bahasa Jerman, huruf J dibaca yot, jadi Ajeng akan dibaca Ayeng), penghuni pertama tidak bisa dengan benar menyebut nama saya, jadi saya dipanggilnya Mischka.

Sebelum pergi, saya harus membantunya menyiapkan kopi, roti, berganti pakaian, menemaninya ke toilet, cuci tangan, dan sikat gigi. Hari ini saya rasa mood dia sedang ga benar, sebelum sarapan dia membuang roti yang disediakan untuk penghuni kamar ke tujuh. Dia juga langsung mengambil kopi yang masih belum selesai di masak di mesin.

Dalam perjalanan ke Altona, dia juga ribut di bis. Tidak bisa saya cegah untuk engga menyentuh penumpang lain. Biasanya dia akan berhenti kalau saya mengancam dengan bilang akan menggambar di tangannya dengan pulpen. Acnaman kalau kami tidak jadi ke Altona dan turun di tengah jalan, juga tidak berhasil. Di jalan pulang bahkan lebih parah, selain berusaha menyentuh orang lain, dia juga berusaha untuk selalu memencet tombol yang digunakan untuk memberhentikan bus. Susahnya menyuruh dia diam lebih susah daripada di perjalan pergi. Minggu lalu saya juga bersama dia ke Altona selama dua hari berturut-turut, dia sangat gampang diatur saat itu, sangat jauh berbeda dengan hari ini.

Balik ke kantor, dia sempet ngadat engga mau ke basement buat relaksasi. Saat mempersiapkan bawaan ke basement kami ternyata kekurangan cheescake, seharusnya itu bukan masalah besar seperti saat ia kekurangan joghurt untuk dibawa. Tidak adanya cheescake mungkin yang menjadi salah satu alasan mandeknya dia ke bawah, sampai akhirnya kami menggantinya dengan biskuit dan dia terlihat cukup senang dengan itu.

Di bawah dia tidur dengan pulas kurang lebih selama 2 jam 20 menit. Dia tidur saya juga tentu dengan pulasnya, saya hanya mendengar dia sekali ngomong pengen kembali ke atas. Biasanya dia akan sibuk ngomong selama di bawah dan pengen cepat-cepat ke atas, tidak pernah juga berada di bawah selama itu. Bahkan saat itu saya sempat bergerak-gerak dan merubah posisi dari tiduran ke duduk, namun dia tidak terganggu dan tetap tertidur pulas.

Di atas saya perlu waktu untuk membujuknya mandi. Dia berkali-kali ngambek dan pengen keluar dengan telanjang. Alasan ngambeknya macam-macam pula, engga selesai-selai saya ngebujuknya buat tenang, dan itu berlangsung selama sekitar 45 menit. Fiuh.. Saya selesai mengurus dia pukul 19 saat kolega yang harus jaga malam datang. Saat dia tinggal perlu dibikinin espresso, kasih cemilan, sikat gigi, dan dibawa ke tempat tidur. Ringkasnya dia benar-benar sudah selesai, bahkan dengan obat-obatan.

Hari ini kerja saya berat bukan hanya karena saya mengurus si penghuni pertama ini, tapi juga karena kolega-kolega saya minta pulang cepat di saat pekerjaan sebenarnya BELUM benar-benar selesai, dalam artian masih ada tiga penghuni yang belum ganti baju tidur. Kolega pertama harus pulang ke arah Harburg yang bisnya di hari Sabtu hanya ada sejam sekali, saya ga masalah dia minta pulang cepat karena itu. Sepanjang hari juga dia belanja untuk persiapan ulang tahun penghuni. Biasanya juga kalau kerja bareng, dia akan sibuk juga mengurus penghuni lainnya.

Kolega kedua menurut pengalaman saya sangat jarak mengurus penghuni, lebih banyak di kantor. Saat saya datang dari bawah bersama penghuni pertama, dia sedang di ruang tengah lalu pergi jalan-jalan dengan dua penghuni selama sejam. Sore tadi dia hanya sempat mengurus satu penghuni lalu pulang pukul 19.

Akhirnya sodara-sodara, SAYA lah yang harus membantu dua penghuni untuk siap-siap ke tempat tidur. Penghuni lainnya cukup mandiri untuk berganti baju dan siap-siap ke tempat tidur. Selesai mengurus kedua penghuni tersebut, ternyata penghuni kamar pertama ngambek karena engga dikasih nelepon bapaknya oleh kolega si jaga malam. Dia lari keluar rumah dan akan membanting pintu dengan kencang kalau saya tidak menahannya dari dalam. Setelah mengurus dia biar ngambeknya hilang baru saya bisa pulang.

Sialnya ternyata saya salah naik bis. Seharusnya saya naik ke arah Neuwiedenthal tapi malah ke arah Altona. Saya baru sadar kalau saya salah naik saat sudah terlalu jauh dari halte bis ke arah Neuwiedenthal. Hasilnya saya sampai rumah jam 21, padahal naik bis jam 1930. Bener-bener deh ya, kerja hari ini kerasa banget beratnya sampe hilang konsentrasi salah naik bis. Rasanya tuh begoo banget saya bisa salah naik bis 😦

Besok giliran kolega saya jadi pengurusnya penghuni pertama, saya mau santai-santai bosen aja di kantor atau makan es krim bareng penghuni kamar kedua. Bener-bener butuh istirahat si saya ini. Selama seminggu terakhir saya ga ada istirahat, hari Selasa kemarin saya sebenarnya libur sehari namun saya gunakan untuk kabur sehari ke Berlin. Hari rabu jaga malam dan banyak melakukan kesalahan karena engga konsen. Sekarang saya exhausted.

Oh wiken, cepatlah berakhir, saya butuh libur di hari senin dan selasa ini. Pengen tidur sampe siang dan malas-malasan sampai batrai kembali penuh. Fiuh fiuh..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s