Terjebak

Aku merasakan rasa ini membengkak dalam hati. Pun tiap hari semakin membiru. Penggaris yang kita miliki bahkan semakin terlihat terlalu pendek. Aku tidak ingin keluar, ingin tetap terjebak dan diciumi sinar matahari dengan rakus, seakan ia bosan terkekang malam. Tak bisakah kamu ikut menyeragamkan hati dan memberiku rasa aman? Kamu, tanpa sadar sebenarnya juga ikut terjebak. Rasamu semakin terasa. Hati-hati, jangan sampai manisnya terbakar menjadi pahit.

 

Hamburg, 25 Agustus 2011

it’s about from nothing to something

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s