Mobil

Di rumah, maksud saya di rumah saya di Altlandsberg yang tidak benar-benar adalah rumah saya, ada dua mobil. Satu mobil dipakai guest mother saya buat mobilitas dia ke mana-mana. Setahu saya itu mobil pribadi dia. Satu mobil lagi saya yang pakai, buat antar jemput anak-anaknya ke sekolah dan buat saya pergi pulang ke tempat kursus bahasa. Mobil itu mobil guest father saya. Guest father saya tinggal di kota lain, rumah dan tempat kerjanya dekat jadi mobil itu ga dia digunakan.

Beberapa terakhir ini si guest father tinggal di rumah dan bolak-balik ke Berlin, mungkin ada kerjaan. Mobil dia pakai setelah saya antar anak-anaknya ke sekolah. Untuk menjemput mereka, saya bisa jemput dengan jalan kaki dan yang ekcil dijemput Oma. Selasa kemarin, guest father pergi pakai mobil itu, sampai malam. Hasilnya, saya harus berangkat ke tempat les bahasa dengan bis dan kereta. Jika memakai mobil hanya perlu 20 menit perjalanan, dengan transportasi umum menjadi 1 jam. Selain itu, saya telat 30 menit. Alhamdulillah guest mother saya baik hati, dia menjemput saya pukul 20.50, tepat saat jam les berakhir.

Di jalan, guest mother saya bilang maaf, karena suaminya yang engga mikir panjang dan bikin saya jadi kerepotan. Besoknya, suaminya minta maaf. Dia bilang dia juga ga menyangka akan sampai malam. Dia juga meminta saya untuk pergi ke tempat les di pertemuan berikutnya dengan bis lagi, karena dia harus pakai mobil. Malamnya dia akan menjemput saya ke tempat les. Saya sih ga masalah. Toh itu pengalaman menyenangkan juga buat saya (kalao ga mendadak dan ga telat).

Hari ini saya harus pergi ke tempat les. Di meja dekat pintu keluar ada jadwal bis dan tiket bis-kereta. Di jadwal bis ada lingkaran tinta biru di jadwal saya berangkat les. Saya tau, itu untuk saya. Mereka merencanakan agar saya tidak telat les lagi dan menyisipi tiket agar saya tidak perlu keluar uang lagi. Namun, sebelum berangkat guest father bilang, “Mariska, saya akan pulang tepat waktu. Jadi kamu bisa les dengan membawa mobil lagi”. Muka dia serius sekali dan tampak sangat bersungguh-sungguh.

Sekarang dia sudah ada di rumah, mobil teronggok rapih di depan rumah dan siap saya gunakan. Sejujurnya saya sangat bersyukur dengan keluarga ini. Bahkan urusan transportasi saya ke tempat les saja mereka benar-benar memperhatikan. Mobil itu bukan mobil saya, namun milik guest father, tapi dia benar-benar merasa bersalah dan bertanggung jawab dengan kata-katanya. Seakan-akan mobil itu milik saya dan dia hanya pinjam. Padahal kenyataannya kebalik 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s