Cinta Masih Malu-malu

cinta masih malu-malu. seperti matahari pagi menyumput di balik awan gelap. sinarnya terlihat, namun hangatnya sedikit terasa.

cinta masih malu-malu. mungkin ia butuh waktu, untuk menyelami laut lebih dalam lagi, agar pesona plankton bisa terasa dalam gelap.

cinta masih malu-malu. layaknya anak kecil tersenyum kulum saat pipinya dicolek gemas.

cinta masih malu-malu. ketika pelukan hangat masih berbentuk bulat dan berwarna kuning di pojok ruang percakapan maya.

cinta masih malu-malu. bahasa rindu yang tidak tersampaikan dengan bahasa ibu.

cinta masih malu-malu. lensa kamera yang menggambar paras dengan bertubi-tubi, namun wajah itu melekat kuat di kepala.

cinta masih malu-malu. saat tangan tak sengaja menyentuh dan ekor mata melihat memastikan indra perasa tidak salah mengirim pesan.

ah, cinta masih malu-malu.

pagi mendung di Altlandsberg, 14 April 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s