Pola DM dan MD dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman

Pola DM dan MD dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman

saya: kamu tinggal di Indonesia tahun berapa?

teman: tidak sampai setahun, sekitar enam bulan.

saya: tahun berapa?

teman: oh, 2009.

Potongan kalimat di atas merupakan cuplikan dari percakapan saya dengan teman berkewarganegaraan Jerman dan berbahasa ibu bahasa Jerman. Ia sempat menetap di Indonesia dalam kurun waktu kira-kira enam bulan.

Dengan kurun waktu sepanjang itu, tentu tidak heran jika ia sudah fasih berbahasa Indonesia, karena secara gramatikal, bahasa Indonesia jauh lebih mudah dari pada bahasa Jerman. Namun yang menarik dari cuplikan percakapan di atas adalah teman yang tertukar pengertian antara frasa tahun berapa dengan berapa tahun. Mengapa demikian?

Dalam pelajaran bahasa Indonesia, dikenal istilah pola kata DM (Diterangkan Menerangkan) dan MD (Menerangkan Diterangkan). Pola tersebut digunakan dalam gabungan kata dan hanya ditemukan pada frase bertingkat. J.S. Badudu mengatakan ”Sebuah frasa, terdiri atas unsur utama yang diikuti oleh unsur penjelas”. Lalu, yang manakah yang sering digunakan oleh bahasa Indonesia? Jawabannya DM.

Sebagai contoh sebuah frasa bunga merah.  Frasa bunga merah bermakna bunga yang berwarna merah. Kata merah menerangkan warna yang dimiliki oleh bunga. Jika kata merah dihilangkan, kata bunga masih memiliki makna karena merupakan unsur utama, namun sebaliknya, kata merah tidak berguna jika kata bunga dihilangkan. Apakah yang merah?

Sedangkan dalam gramatikal bahasa Jerman, bukan DM yang sering digunakan, namun MD, seperti contoh Grundschule. Kata grund (dasar) merupakan kata yang menerangkan Schule (sekolah), bukan sebaliknya. Kata Schule adalah unsur utama, sedangkan kata grund adalah unsur penjelas.  Tetapi jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, Grundschule menjadi sekolah dasar, sesuai dengan pola DM bahasa Indonesia.

Dengan demikian tidak heran jika teman saya menjawab ”sekitar enam bulan” saat ditanyakan ”kamu tinggal di Indonesia tahun berapa?”, karena frasa tahun berapa ia baca dengan pola MD bukan DM, sehingga terjadi kesalahan komunikasi.

Perbedaan kecil seperti ini seharusnya disadari oleh pembelajar bahasa asing, sehingga tidak perlu terjadi kesalahpahaman saat ia memperaktekan bahasa asing yang ia pelajari.

*kritik dan saran dari teman-teman sangat diharapkan 😉

**terima kasih kepada Johannes Bunn

Advertisements

3 thoughts on “Pola DM dan MD dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jerman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s